Pesantren Ihsanul Fikri, sebuah pondok pesantren modern yang berlokasi di Magelang, kembali menunjukkan produktivitasnya. Pada Sabtu, 12 September 2025, para santri memulai hari dengan penuh semangat. Pagi hari, santri yang merupakan santri tahfidz memulai kegiatan tahfidz Al-Qur’an. Suasana tenang di pondok dipenuhi lantunan ayat suci. Ini menegaskan komitmen mereka dalam mendalami ilmu agama. Ini juga membuktikan bahwa pondok modern ini memadukan pendidikan umum dengan pendidikan agama.
Santri Mengasah Kreativitas dan Menjaga Kesehatan
Setelah sesi tahfidz, para santri menguji kreativitas mereka dengan membuat poster kreatif untuk lomba Pearson. Mereka berkolaborasi, berbagi ide, dan menuangkan kreativitas di atas kertas. Hasilnya adalah poster-poster yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengandung pesan edukatif yang mendalam. Poster-poster ini mencerminkan pemikiran kritis dan kemampuan artistik mereka.
Menjelang siang, para santri melakukan check-up kesehatan rutin. Tenaga medis dari klinik pesantren memastikan setiap santri dalam kondisi prima. Perhatian sekolah Islam ini pada kesehatan fisik dan mental santri menunjukkan bahwa mereka menyadari betul bahwa kesehatan adalah modal utama untuk belajar dan beribadah, menjadikan mereka sekolah unggulan.
Ibadah dan Keterampilan Hidup Santri Nusantara
Tiba waktu salat. Santri putra melaksanakan salat Jumat pagi, sebuah tradisi unik di pesantren ini yang menguatkan jalinan persaudaraan di antara mereka. Sementara itu, santri putri mengikuti kegiatan keputrian. Mereka mengisi kegiatan ini dengan kajian dan diskusi khusus tentang peran dan tanggung jawab muslimah.
Hari yang padat ini berakhir dengan kegiatan yang menguji kekompakan dan kemandirian: pramuka. Di bawah bimbingan para pembina, para santri mempelajari berbagai keterampilan dasar pramuka, mulai dari tali-temali hingga navigasi. Kegiatan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama, kepemimpinan, dan kedisiplinan yang sangat penting untuk bekal masa depan mereka sebagai santri Nusantara.
